Makalah Kelompok Etika Profesi

Kelompok 9 :

1. Eka Purwandari ( 1333477548 )
2. Gustasari ( 1233473400 )
3. Nur Ani Irawati ( 1233472974 )
4. Julipah Al Munawaroh ( 1333376324 )

KASUS PORNOGRAFI PALSU
PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Bab 1

Pendahuluan

Tulisan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan tentang kelalaian penggunaan media sosial bagi semua pihak, agar ketertiban dalam etika profesi dapat diwujudkan. Selain itu, pengalaman-pengalaman buruk sebagai akibat negatif kemajuan dan perkembangan yang terjadi dimasyarakat, harus diwaspadai untuk tidak terulang dinegara kita. Semua pihak tentu tidak menghendaki peristiwa penyalahgunaan teknologi yang sangat merugikan masyarakat.

Bab 2

Isi

Latar Belakang

Tersangka atas nama M Arsyad (23 Tahun), pemuda asal Ciracas – Kp.Rambutan, Jakarta Timur. Ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri, Kamis (23/10/2014) dengan kasus pornografi yang menghina Presiden Joko Widodo dan Ibu Megawati Soekarnoputri. Pemuda tersebut telah membuat dan menyebarkan rekayasa foto pornografi Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri tengah beradegan seronok, melalui jejaring sosial yaitu akun Facebooknya.

Asal Mula Kasus Terjadi

Kasus ini bermula dari laporan Koordinator tim hukum kampanye Jokowi-Jusuf Kalla ke Bareskrim Polri pada akhir Juli 2014 lalu. Polisi diminta menelusuri akun Facebook yang mengunggah dan menyebarkan rekayasa foto pornografi Jokowi dan Megawati. Polisi baru menyelidiki kasus ini sejak Agustus lalu. Belakangan, 10 Oktober lalu, polisi memeriksa Jokowi, yang sudah berstatus sebagai presiden terpilih. Setelah menelusuri akun Facebook yang bersangkutan, polisi menemukan nama asli sang pemilik akun tersebut, yaitu MA.

Motif Kasus MA

Belum diketahui motif mengapa pelaku melakukan tindakan tercela tersebut. Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan masih memeriksa MA untuk menggali motif di balik penyebaran gambar tersebut. Beragam reaksi muncul di publik, terutama di media sosial. Ada yang mendukung langkah kepolisian, ada pula yang mengkritik dengan berbagai alasan.

Undang-Undang yang Menjerat MA

Menurut keterangan polisi MA dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 29 Juncto Pasal 4 Ayat 1 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. MA juga dijerat Pasal 310 dan 311 Undang-Undang KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Barang bukti yang digunakan polisi adalah akun Facebook atas nama pelaku. MA terancam hukuman 12 tahun penjara.

Alasan Penahan MA

Dampak pornografi dari penyebaran gambar yang dilakukan MA bisa fatal. Penyebaran unsur pornografi melalui media sosial bisa merusak generasi muda dan bagi pendidikan anak-anak. Dikhawatirkan, gambar yang disebarkan MA melalui media sosial tersebut dikonsumsi anak-anak, kemudian mendorong mereka untuk melakukan kejahatan seksual.

Penangguhan penahanan MA

Muhammad Arsyad, tersangka penghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menikmati kebebasan, meski hanya sementara. Permohonan penanggguhan penahanannya dikabulkan polisi dan dia berkumpul dengan keluarga di rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur.

Arsyad lalu menuturkan dari mana dia mendapatkan beberapa gambar berbau penghinaan berupa konten pornografi terhadap Presiden Jokowi. Kala pemilu presiden 2014, dia memang sedang luntang-lantung dan tidak memiliki pekerjaan.

Saat memiliki sedikit uang lebih, dia menyempatkan diri berselancar di warung internet (warnet). Dia lalu membuka akun facebook miliknya dengan nama Arsyad Assegaf.

“Waktu itu pada masa kampanye saya kan lagi nggak kerja di rumah kalau megang uang main warnet, malam pengajian. Paling pagi nganter adik sekolah,” ungkap Arsyad di kediamannya di Jalan Haji Jum, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (3/11/2014).

Saat sedang asyik membuka akun facebooknya, tiba-tiba dia diundang untuk bergabung ke grup facebook berbau politik mendukung salah satu capres. Hal itu membuat pria yang bekerja di warung sate itu penasaran melihat isi grup.

Grup itu ternyata banyak menampilkan gambar saling hina antar kedua capres. Dia akhirnya memutuskan untuk menyalin beberapa gambar untuk di unggah melalui akun facebook pribadinya.

“Di grup itu saling hujat, posting gambar-gambar. Saya ambil, saya masukin ke FB terus buat posting lagi,” lanjut pria 24 tahun itu.

Arsyad tak menyangka, apa yang dilakukan beberapa bulan lalu berbuntut panjang. Sampai akhirnya harus merasakan dinginnya sel tahanan Mabes Polri.

“Itu bukan saya yang bikin. Saya nggak tahu kalau akhirnya sampai kayak gini,” ujar Arsyad.

Tapi, kini dia bisa bernapas lega. Penangguhan penahanan yang diajukan dikabulkan kepolisian. Presiden Jokowi yang dihina melalui facebook sudah memaafkannya.

Muhammad Arsyad dilaporkan ke polisi oleh kuasa hukum Jokowi pada 27 Juli 2014 atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran gambar konten pornografi yang dipasangi foto Presiden Jokowi. Pada Kamis 23 Oktober 2014, ia ditangkap dan ditahan di Bareskrim Polri.

Bab 3

Penutup

KESIMPULAN

Penyebaran unsur pornografi melalui media sosial bisa merusak generasi muda dan bagi pendidikan anak-anak. Dikhawatirkan, gambar-gambar seronok yang disebarluaskan melalui media sosial tersebut dikonsumsi anak-anak, kemudian mendorong mereka untuk melakukan kejahatan seksual. Maka untuk itu kita haruslah berhati-hati dalam mengambil suatu tindakan !

SARAN

1. Kita harus lebih berhati hati lagi dalam menggunakan teknologi.
2. Harus bisa menggunakan perkembangan IT dalam bidang yang lebih POSITIF.
3. Seharusnya pelanggaran IT dikenakan hukuman, agar pengguna yang negatif jera.

Leave a Reply