Tugas Etika Profesi

KASUS PORNOGRAFI PALSU
PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Kelompok 9

1. Eka Purwandari
2. Gustasari
3. Julipah Al Munawaroh
4. Nur Ani Irawati

A. Latar Belakang

Tersangka atas nama M Arsyad (23 Tahun), pemuda asal Ciracas – Kp.Rambutan, Jakarta Timur. Ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri, Kamis (23/10/2014) dengan kasus pornografi yang menghina Presiden Joko Widodo dan Ibu Megawati Soekarnoputri. Pemuda tersebut telah membuat dan menyebarkan rekayasa foto pornografi Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri tengah beradegan seronok, melalui jejaring sosial yaitu akun Facebooknya.

B. Undang-Undang yang Menjerat MA

Menurut keterangan polisi MA dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 29 Juncto Pasal 4 Ayat 1 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. MA juga dijerat Pasal 310 dan 311 Undang-Undang KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Barang bukti yang digunakan polisi adalah akun Facebook atas nama pelaku. MA terancam hukuman 12 tahun penjara.

C. Asal Mula Kasus Terjadi

Kasus ini bermula dari laporan Koordinator tim hukum kampanye Jokowi-Jusuf Kalla ke Bareskrim Polri pada akhir Juli 2014 lalu. Polisi diminta menelusuri akun Facebook yang mengunggah dan menyebarkan rekayasa foto pornografi Jokowi dan Megawati. Polisi baru menyelidiki kasus ini sejak Agustus lalu. Belakangan, 10 Oktober lalu, polisi memeriksa Jokowi, yang sudah berstatus sebagai presiden terpilih. Setelah menelusuri akun Facebook yang bersangkutan, polisi menemukan nama asli sang pemilik akun tersebut, yaitu MA.

D. Motif Kasus MA

Belum diketahui motif mengapa pelaku melakukan tindakan tercela tersebut. Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan masih memeriksa MA untuk menggali motif di balik penyebaran gambar tersebut. Beragam reaksi muncul di publik, terutama di media sosial. Ada yang mendukung langkah kepolisian, ada pula yang mengkritik dengan berbagai alasan.

E. Alasan Penahan MA

Dampak pornografi dari penyebaran gambar yang dilakukan MA bisa fatal. Penyebaran unsur pornografi melalui media sosial bisa merusak generasi muda dan bagi pendidikan anak-anak. Dikhawatirkan, gambar yang disebarkan MA melalui media sosial tersebut dikonsumsi anak-anak, kemudian mendorong mereka untuk melakukan kejahatan seksual.

F. Penangguhan Penahan MA

Pemberian maaf yang diberikan Presiden Joko Widodo ini akan menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memberikan keputusannya nanti. Penangguhan penahanan terhadap MA dilakukan oleh kepolisian, proses hukumnya akan terus berlanjut. Polisi tidak bisa menghentikan proses hukumnya. Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan pihaknya tidak dapat mencabut perkara ini karena termasuk delik murni. Dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi membedakan antara penanganan kasus MA dan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan petinggi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa. Penanganan kasus Setiyardi yang diduga mencemarkan nama baik Jokowi itu terasa lebih lamban. Ketika Setiyardi dilaporkan ke polisi, Jokowi belum menjabat sebagai presiden.

G. KESIMPULAN

Penyebaran unsur pornografi melalui media sosial bisa merusak generasi muda dan bagi pendidikan anak-anak. Dikhawatirkan, gambar-gambar seronok yang disebarluaskan melalui media sosial tersebut dikonsumsi anak-anak, kemudian mendorong mereka untuk melakukan kejahatan seksual. Maka untuk itu kita haruslah berhati-hati dalam mengambil suatu tindakan !

Leave a Reply